Rabu, 22 April 2015


Tradisi Ojigi di Jepang


 
Jepang merupakan negara yang sama dengan negara Indonesia. Selain sama-sama negera yang berbentuk kepulauan, Jepang dan Indonesia pun sama-sama memiliki banyak kebudayaan, adat-istiadat dan juga tradisi.

 
 


Salah satu budaya (tradisi) yang selalu dilakukan orang Jepang adalah Ojigi (membungkuk).
 
Membungkuk (お辞儀, ojigi) merupakan keadaan dimana setengah dari bagian tubuh dari kepala hingga punggung di turunkan ataupun direndahkan posisinya dengan keadaan lurus dan kedua tangan tegap diletakkan disamping tubuh (bagi laki-laki) dan tangan diletakkan diatas paha (bagi perempuan). Kebiasaan ini dilakukan orang Jepang untuk menunjukkan sikap hormat atau sopan santun kepada lawan bicara. Seperti salam, perkenalan, menunjukkan rasa hormat atau permintaan maaf .  Namun, terdapat pula hal yang harus diperhatikan saat melakukan Ojigi, yaitu jangan melakukan kontak mata karena akan dianggap tidak sopan, serta perhatikan jarak anda dengan lawan bicara sehingga tidak terjadi benturan kepala.
 
VIDEO contoh perilaku ojigi masyarakat Jepang dapat dilihat pada Link berikut ini:
 
Ojigi pun mempunyai banyak jenis, diantaranya sebagai berikut:
 
1. Mengangguk Pelan, 5 derajat
Merupakan anggukan kecil pada bagian kepala. Hal tersebut di lakukan saat sedang bertemu dengan teman lama, tetangga, atau keluarga dekat. Jika seseorang yang berpangkat tinggi (seperti Perdana Menteri atau Atasan), juga bisa mengangguk pelan seperti ini kepada orang-orang yang membungkuk ke mereka. Ini artinya orang lain lebih menghormati mereka, sedangkan mereka cukup mengangguk pelan saja untuk menerima penghormatannya.
 
2. Membungkuk Salam (Eshaku / 会釈), 15 derajat
Cara membungkuk ini sedikit lebih formal.  Caranya adalah dengan merundukkan bagian kepala hingga punggung condong ke depan sekitar 15 derajat. Hal tersebut dilakukan untuk memberi salam kepada orang lain.
 
 
3. Membungkuk Hormat (Keirei / 敬礼), 30 derajat
Ini adalah cara membungkuk yang sangat formal. Caranya adalah dengan merundukkan bagian kepala hingga punggung condong ke depan sekitar 30 derajat. Hal tersebut dilakukan  untuk menunjukan rasa hormat  kepada atasan di kantor, kepada orang-orang yang jabatannya lebih tinggi atau kepada mereka yang jauh lebih tua.
 
4. Membungkuk Hormat Tertinggi (Sai-keirei / 最敬礼), 45 derajat 

Ini adalah cara membungkuk yang mempunyai arti sangat dalam. Merupakan sikap permohonan maaf atas rasa bersalah yang sangat mendalam. Caranya adalah dengan merundukkan bagian kepala hingga punggung condong ke depan sekitar 45 derajat. Hal tersebut dilakukan untuk meminta maaf saat melakukan kesalahan besar. Atau bisa juga digunakan untuk memberikan hormat kepada orang-orang yang sangat tinggi jabatan dan status sosialnya, seperti Kaisar Jepang misalnya.
 
5. Membungkuk Berlutut
 
Cara ini tidak terlalu sering dilakukan seseorang di muka umum, karena cara membungkuk seperti ini adalah cara membungkuk yang amat sangat dalam artinya. Orang akan berlutut seperti ini jika dia telah melakukan kesalahan fatal, seperti kesalahan yang mengakibatkan kematian orang lain. Ini juga merupakan cara orang-orang menghormati Kaisar di jaman dahulu.
 
Jenis-Jenis Ojigi
 
 
Perbedaan Antara Ojigi Pria dan Wanita

 
 
Ojigi Membungkuk

 
Intinya, semakin seseorang menghormati orang lain, semakin bawah pula cara seseorang tersebut membungkuk. Semakin besar perasaan bersalah seseorang kepada orang lain, semakin bawah pula bungkukkan yang dilakukan. Orang Jepang memang dikenal paling sering meminta maaf. Karena, bagi orang Jepang meminta maaf berarti mengakui kegagalan diri  atau mengaku bersalah, kita tampak enggan untuk meminta maaf sebelum terbukti siapa yang melakukan kesalahan. Tapi di Jepang, kata "egoisme" tidak ada tempat untuk berkembang. Di Jepang, meminta maaf dianggap sebagai kewajiban, meskipun belum tentu kamu yang bersalah. Permintaan maaf menunjukkan bahwa seseorang rela bertanggung jawab dan menghindari sikap menyalahkan orang lain.
Semakin tinggi jabatan seseorang, maka ia harus semakin berani meminta maaf jika ia atau bawahannya melakukan kesalahan. Makanya tidak heran jika banyak pejabat pemerintahan, seperti walikota, gubernur, menteri dan perdana menteri sekalipun yang membungkuk meminta maaf kepada publik dan akhirnya memilih mengundurkan diri daripada malu dibicarakan masyarakat. Hal tersebut yang seharusnya di contoh oleh masyarakat Indonesia.
 








Dahsyatnya Orang Jepang

 

Jepang. Apabila mendengar nama tersebut, semua orang pun pasti mengenalnya. Jepang adalah sebuah negara yang terletak di bagian timur benua asia. Negara yang berbentuk kepulauan ini memiliki wilayah yang tidak lebih luas dari negeri kita tercinta, Indonesia. Tapi, walaupun memiliki luas wilayah yang tergolong kecil jika dibandingkan dengan negara-negara lain, jepang memiliki kekuatan yang sangat super dalam hal teknologi. Bahkan negara tersebut tergolong kedalam bagian negara maju di dunia. Tidak hanya teknologi dalam hal kebiasaan, adat istiadat dan budaya pun, jepang dapat menguncang dunia. Contohnya dalam hal budaya 'disiplin', penduduk jepang merupakan penduduk yang sangat disiplin dalam segala aspek kehidupan. Mereka patuh terhadap tata tertib yang diberlakukan di negaranya. Semua hal yang berkaitan dalam hal disiplin, dilakukan tanpa rasa terpaksa sedikit pun. Mereka melakukannya dengan sepenuh hati karena kesadaran diri yang telah tertanam dalam diri masing-masing individu secara terlatih. Hal tersebut merupakan salah satu sebab mengapa Jepang menjadi negara yang maju.

 Dalam hal budaya antri, tanpa di suruh pun masyarakat Jepang selalu menerapkan budaya tersebut dalam kehidupan sehari-harinya.  Mereka rela antri berjam-jam demi tujuan yang mereka inginkan tanpa rasa egois sedikitpun. Baik tua, muda, anak kecil hingga dewasa , semua mengerti hal-hal apa saja yang seharusnya diterapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Suatu ketika dalam sebuah antrian, ada seorang kakek tua yang sedang mengantri dibelakang seorang anak kecil, kakek tua itu pun tidak meminta agar dirinya didahulukan, tetapi ia dengan penuh kesadaran diri menerapkan budaya antri dalam kehidupannya. Dari hal-hal kecil seperti itu saja masyarakat Jepang dapat mengaturnya dengan disiplin.

 

VIDEO contoh ketertiban dalam keseharian orang Jepang  dapat dilihat dalam Link berikut:


 
Antrian Pada Saat Mengajukan Lamaran Pekerjaan
 

 
 


 

 Seharusnya budaya-budaya tersebut dapat di contoh oleh masyarakat negeri kita tercinta ini, agar terciptanya suasana yang harmonis untuk menuju negara Indonesia yang lebih baik.

Contoh lain budaya disiplin dapat dilihat dari disiplin waktu yang diterapkan masyarakat jepang. Mereka selalu melakukan sesuatu sesuai dengan yang telah mereka jadwalkan sebelumnya. Tidak ada kata terlambat dalam keseharian orang jepang. Mereka sangat menghargai waktu, hal tersebut merupakan salah satu faktor yang membuat jepang menjadi salah satu negara maju di dunia. Kereta listrik khas Jepang yang dikenal dengan nama Shinkansen pun, tercatat hanya 15 kali terlambat dalam kurun waktu 1 tahun, itupun keterlambatan yang tidak lebih dari 10 menit. Luar biasa bukan?

Untuk itu, dari beberapa contoh budaya dari negeri sakura tersebut ada baiknya di contoh dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari di negeri kita. Agar negeri kita ini kedepannya akan semakin menjadi negara yang lebih baik.

 

 

Bunga Sakura

 

Jepang. Negeri yang dikenal sebagai negeri Sakura karena banyak terdapat pohon Sakura di wilayahnya. Bunga sakura adalah bunga yang sangat indah. Kata Sakura sendiri berasal dari kata "Saku" yang dalam bahasa Jepang artinya "mekar" dan ditambah dengan akhiran "ra" yang menyatakan bentuk jamak. Dalam bahasa Inggris, bunga Sakura dikenal sebagai cherry blossom.

Sakura merupakan bunga nasional negara Jepang yang mekar pada musim semi yaitu pada awal April hingga akhir April. Bagi orang Jepang, bunga Sakura merupakan simbol penting yang kerap diasosiasikan dengan perempuan, kehidupan, kematian, sehingga kita dapat menemukan lambang bunga Sakura di mana saja di Negara Jepang. Pada barang-barang konsumen seperti kimono, alat-alat tulis dan peralatan dapur. Bunga Sakura juga merupakan simbol untuk mengekspresikan ikatan antar manusia, keberanian, kesedihan dan kegembiraan. Sakura juga menjadi metafora untuk ciri-ciri kehidupan yang tidak kekal bagi masyarakat Jepang, karena umur bunga Sakura sendiri yang hanya bertahan seminggu, hal tersebut menjadi cerminan bagi masyarakat Jepang bahwa tidak ada kehidupan yang abadi.

Pohon Sakura merupakan pohon yang tergolong dalam familia Rosaceae, genus Prunus yang sejenis dengan pohon plum, peach atau apricot, tetapi secara umum Sakura digolongkan dalam subgenus sakura.

Warna bunga Sakura tergantung pada spesiesnya, ada yang berwarna putih dengan sedikit warna merah jambu, kuning muda, merah jambu, hijau muda atau merah menyala.

 
Bunga Sakura digolongkan menjadi 3 jenis berdasarkan susunan daun mahkotanya , yaitu :

a. Bunga tunggal dengan daun mahkota selapis

b. Bunga ganda dengan daun mahkota berlapis

c. Bunga semi ganda
 

Pohon Sakura berbunga setahun sekali, di pulau Honshu, kuncup bunga Sakura jenis Someiyoshino mulai terlihat di akhir musim dingin dan bunganya mekar di akhir bulan Maret sampai awal bulan April di saat cuaca mulai hangat.
 

Mekarnya Bunga Sakura

 
 

Di Jepang, mekarnya Sakura jenis Someiyoshino dimulai dari Okinawa di bulan Februari, dilanjutkan di pulau Honshu bagian sebelah barat, sampai di Tokyo, Osaka, Kyoto pada sekitar akhir Maret sampai awal April, lalu bergerak sedikit demi sedikit ke utara, dan berakhir di Hokkaido di saat Golden Week.

Setiap tahunnya pengamat Sakura mengeluarkan peta pergerakan mekarnya bunga Sakura Someiyoshono dari barat ke timur lalu utara yang disebut Sakurazensen. Dengan menggunakan peta Sakurazensen dapat diketahui lokasi bunga Sakura yang sedang mekar pada saat tertentu.

Ciri khas bunga Sakura jenis Someiyoshino adalah bunganya yang lebih dahulu mekar sebelum daun-daunnya mulai keluar. Puluhan, ratusan, bahkan ribuan batang pohon yang berada di lokasi yang sama, bunganya mulai mekar secara serentak dan rontok satu per satu pada saat yang hampir bersamaan.

Bunga Sakura jenis Someiyoshino hanya dapat bertahan kurang lebih 7 sampai 10 hari dihitung mulai dari kuncup bunga terbuka hingga bunga mulai rontok. Rontoknya bunga Sakura tergantung pada keadaan cuaca dan sering dipercepat oleh hujan lebat dan angin kencang. Beberapa jenis burung dikenal suka memakan bagian bunga yang berasa manis, sedangkan burung merpati memakan seluruh bagian bunga.

Kesempatan langka piknik beramai-ramai di bawah pohon Sakura untuk menikmati mekarnya bunga Sakura disebut o-hanami. Saat melakukan O-hanami adalah ketika semua pohon Sakura yang ada di suatu tempat bunganya sudah mekar semua.

 

VIDEO kegiatan orang-orang di Jepang pada saat O’Hanami dapat dilihat pada Link berikut:

 

Di Jepang terdapat standar untuk menyampaikan informasi tingkat mekar bunga Sakura, mulai dari terbukanya kuncup bunga (Kaika), mekarnya 10% dari kuncup bunga yang ada di pohon (Ichibuzaki) sampai bunga mekar seluruhnya (Mankai). Bunga yang rontok segera digantikan dengan keluarnya daun-daun muda. Pohon Sakura yang bunganya mulai rontok dan mulai tumbuh daun-daun muda sebanyak 10% disebut Ichibu hazakura, sedangkan pohon Sakura yang semua bunga sudah rontok dan hanya mempunyai daun-daun muda disebut Hazakura.

 

Sakura no Hanami

 
 
 

Jenis-Jenis Pohon Sakura


Sebagian besar jenis pohon Sakura merupakan hasil persilangan, misalnya jenis Someiyoshino yang tersebar di seluruh Jepang sejak zaman Meiji adalah hasil persilangan pohon Sakura di zaman Edo akhir. Sakura jenis Someiyoshino inilah yang sangat tersebar luas, sehingga kebanyakan orang hanya mengenal Someiyoshino (yang merupakan salah satu jenis Sakura) sebagai Sakura.

Pada zaman dulu sebelum ada jenis Someiyoshino, orang Jepang mengenal bunga Sakura yang mekar di pegunungan yang disebut Yamazakura dan Yaezaki no Sakura sebagai Sakura. Di saat mekarnya bunga Sakura, ribuan batang pohon Yamazakura yang tumbuh di pegunungan Yoshino (Prefektur Nara) menciptakan pemandangan menakjubkan warna putih, hijau muda, dan merah jambu.

 

Beberapa jenis Sakura:

 
a. Edohigan

 

Edohigan adalah Sakura yang mekar di Hari Ekuinoks Musim Semi dan bunganya paling panjang umur. Jenis-jenis lain yang serupa dengan Edohigan adalah Ishiwarizakura dan Yamadakashinyozakura yang termasuk pohon Sakura yang dilindungi. Miharutakizakura adalah salah satu jenis Edohigan yang rantingnya menjuntai-juntai, sedangkan Yaebenishidare dikenal daun bunganya yang banyak dan warnanya yang cerah.

 
b. Hikanzakura

 

Hikanzakura atau disebut juga Kanhizakura adalah Sakura yang tersebar mulai dari wilayah Tiongkok bagian selatan sampai ke Pulau Formosa. Kanhizakura banyak ditemukan tumbuh liar di Prefektur Okinawa. Di benak orang Okinawa, kata "Sakura" sering berarti Hikansakura. Pengumuman mekarnya bunga Sakura di Okinawa biasanya berarti mekarnya Hikanzakura. Di Okinawa, kuncup bunga Hikanzakura mulai terbuka sekitar bulan Januari atau Februari. Di Pulau Honshu, Hikanzakura banyak ditanam mulai dari wilayah Kanto sampai ke Kyushu dan biasanya mulai mekar sekitar bulan Februari atau Maret.

 
c. Fuyuzakura

 

Fuyuzakura adalah jenis pohon Sakura yang bunganya mekar sekitar bulan November sampai akhir bulan Desember. Onishimachi di Prefektur Gunma adalah tempat melihat Fuyuzakura yang terkenal.

 

Sakura dan Buah Ceri

 

Pohon Sakura menghasilkan buah yang dikenal sebagai buah Ceri (bahasa Jepang: Sakuranbo). Buah Ceri yang masih muda berwarna hijau dan buah yang sudah masak berwarna merah sampai merah tua hingga ungu. Walaupun bentuknya hampir serupa dengan buah Ceri kemasan kaleng yang dikenal di Indonesia, buah Ceri yang dihasilkan pohon Sakura ukurannya kecil-kecil dan rasanya tidak enak sehingga tidak dikonsumsi.

Pohon Sakura yang menghasilkan buah Ceri untuk keperluan konsumsi umumnya tidak untuk dinikmati bunganya dan hanya ditanam di perkebunan. Produsen buah Ceri terbesar di Jepang berada di Prefektur Yamagata. Buah Ceri produk dalam negeri Jepang seperti jenis Sato Nishiki harganya luar biasa mahal. Di Jepang, buah Ceri produksi dalam negeri hanya dibeli untuk dihadiahkan pada kesempatan istimewa. Buah Ceri yang banyak dikonsumsi masyarakat di Jepang adalah buah Ceri yang diimpor dari negara bagian Washington dan California di Amerika Serikat.

 

Selasa, 16 Desember 2014

Watashi no Daigaku – STBA Yapari ABA Bandung


Hana Syaviera Caymona is my name. kurang lebih 1 tahun yang lalu aku lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA). Saat itu aku berniat untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi di kota Bandung. Karena ibuku berasal dari kota tersebut, sehingga sejak kecil aku sering mengunjungi kota tersebut. Sejak kecil aku sudah berniat dan dijanjikan oleh orangtuaku untuk melanjutkan pendidikan tinggi disana. Hal tersebut tak pernah terlupakan dari benakku, karena juga aku memang telah terhipnotis oleh keindahan kota Bandung.
Awalnya aku berniat untuk melanjutkan pendidikan tinggi di salah satu fakultas Teknik di universitas negeri ternama dikota Bandung, namun ketika aku mengikuti test SNMPTN, aku tidak lulus untuk masuk ke perguruan tinggi negeri pilihanku tersebut. Aku bingung dan pusing untuk mencari kemana aku akan melanjutkan pendidikanku. Sampai akhirnya ketika ayahku mengingatkanku tentang matapelajaran yang aku sukai, yaitu bahasa inggris. Ayahku kembali memberiku semangat dan dukungan penuh sehingga aku langsung terdorong untuk memilih jurusan bahasa asing. Tapi disisi lain, karena jurusan bahasa asing merupakan penggolongan bidang IPS, sedangkan saat SMA aku mengambil bidang IPA, maka hal itu pun sulit untuk diwujudkan karena aku harus mengikuti 2x test apabila ingin memasuki jurusan bahasa asing di perguruan tinggi negeri melalui test SBMPTN. Dan itu sangat membosankan, aku sangat merasa bosan dan capek apabila harus terus menurus memutar otak dan bergelut dengan rumus-rumus ajaib tersebut.
Tapi ayahku tidak kehabisan akal, ia tau bahwa aku sudah malas untuk mengikuti test SBMPTN tersebut, sehingga ia menyarankan aku untuk mencari perguruan tinggi swasta yang khusus mempelajari bahasa asing. Menurutnya, jika anaknya terbeban dengan sebuah keadaan, maka anaknya tidak akan sepenuh hati melakukan hal tersebut, sehingga hasil yang di peroleh pun akan sia-sia. Oleh karena itu, ayahku berkata bahwa perguruan tinggi swasta pun tidak kalah dengan perguruan tinggi negeri, asalkan kita dengan sungguh-sungguh menuntut ilmunya, maka hasil yang diperoleh akan maximal…. J
Sejak saat itu semangatku pun bangkit kembali, aku langsung mencari-cari informasi tentang perguruan tinggi yang menangani bahasa asing. Karena tempat yang aku inginkan adalah di kota kembang, maka aku langsung mencari informasi di internet mengenai hal tersebut. Kemudian banyak sekali referensi perguruan tinggi yang aku dapatkan, setelah meyeleksi beberapa, aku pun meminta bantuan my uncle yang tinggal di bandung untuk survey ke lokasi-lokasi perguruan tinggi yang aku seleksi tersebut. Kemudian hasil yang kami dapatkan adalah STBA Yapari-ABA Bandung yang menjadi pilihan terbaik :D kerana memang STBA Yapari-ABA Bandung adalah perguruan tinggi swasta terbaik yang menangani bahasa asing se-provinsi Jawa Barat. Waaaw :D hihi
Tapiiiiiii, semuanya belum berhenti sampai disitu -_- . di STBA Yapari-ABA Bandung terdapat 4 fakultas, yaitu bahasa inggris, jerman, francis, dan jepang. Tentu saja untuk masuk kesana aku harus memilih salah satu bahasa dongs. Ya, tentu saja pilihanku adalah bahasa inggris, karena memang sejak SD aku telah menyukai pelajaran tersebut dan saat aku berumur 7 tahun orangtuaku telah memasukkanku kedalam suatu lembaga pendidikan bahasa inggris. Namuuuunnn, ternyata ibuku melarang keras akan itu L menurutnya, jika aku mengambil jurusan bahasa inggris sama saja halnya aku melakukan suatu hal yang sia-sia. Karena ia berfikir bahwa sudah sejak umur 7 tahun aku mengenyam pendidikan bahasa inggris bukan hanya disekolah melainkan didalam suatu lembaga pendidikan yang menangani khusus pembelajaran bahasa inggris. Lagi-lagi aku sangat bingung dan pusing akan hal itu. Karena bahasa asing yang aku mengerti hanyalah bahasa inggris, mana mungkin aku mengambil jurusan yang samasekali tidak aku mengerti dan tidak aku minati. Tapi karena patuh terhadap nasihat ibu, aku memenuhi perintahnya dan memutuskan untuk mengambil jurusan bahasa jepang . dan kebetulan juga kedua orangtua ku bekerja di perusahaan pimpinan Jepang.
Dengan sedikit keraguan aku melangkahkan kaki ke STBA dengan memasuki jurusan bahasa jepang. Bahasa yang samasekali tidak pernah aku ketahui sedikitpun tentangnya. Karena saat SMA aku hanya mempelajari bahasa jerman dan bahasa arab serta bahasa inggris, sedangkan teman-temanku sebagian besar pernah belajar bahasa jepang di SMA nya bahkan ada beberapa yang pernah tinggal dijepang, aku pun sangat minder kepada mereka. Tapi, tentu saja aku tidak mau hanya berdiam diri . Setelah berpikir keras, tentu saja hal tersebut malah semakin memacu semangatku untuk mengejar ketertinggalanku. Dengan niat dan keikhlasan hati menerima kenyataan bahwa jurusan yang aku pilih adalah bahasa jepang, serta dukungan dari keluarga yg terus memberikan semangat, sehingga aku terus menerus belajar dengan sungguh-sungguh namun tetap menikmati dan bersikap enjoy terhadap apa yang aku hadapi.
Awalnya aku berpikir bahwa akan sulit untuk mengikuti pelajaran bahasa jepang tersebut, tapi ternyata di STBA Yapari-ABA Bandung semuanya dipelajari dari awal, dari pengenalan huruf dan kemudian dilanjutkan secara bertahap , santai, namun tetap serius. Semuanya terasa sangat asik di STBA Yapari-ABA Bandung, karena metode pembelajaran yang diberikan para dosen sangat efektif, sikap para dosen yang sangat baik, juga pembimbingan dengan penuh kesabaran membuat para mahasiswa merasa nyaman dalam proses belajar-mengajar. Walaupun seringkali banyaknya tugas yang diberikan, dan membuat pusing, ya wajar saja namanya juga mahasiswa hehe..
Setelah belajar di STBA Yapari-ABA Bandung , aku telah merasakan manfaat yg cukup nyata. Di STBA Yapari-ABA Bandung tidak hanya mempelajari bahasa asing yang kita pilih, namun juga terdapat matakuliah umum lain juga bahasa asing lain yg menjadi tambahan serta terdapat pula pembelajaran pariwisata, sehingga sekali mendayung, 2 3 pulau terlampaui, hihiii.. Oh iya, STBA Yapari-ABA Bandung terletak di Jl.Cihampelas No.194 Bandung, tidak jauh dari Ciwalk lhoo, jadi kalo habis ngampus mau jalan-jalan deket gitu deh hahahaaa
Dari yang awalnya aku merasa minder kepada teman-teman, dan aku selalu mengeluh kepada orangtua akan ketakutan tidak mendapatkan keberhasilan dalam mempelajari bahasa jepang, sampai pada ketika aku yg termotifasi untuk terus belajar mengejar ketertinggalan , akhirnya aku merasakan perubahan tentang pengetahuanku terhadap bahasa jepang sedikit demi sedikit, dan juga aku telah memperlihatkan sedikit hasil yang aku peroleh kepada orangtua , yaitu saat semester pertama aku mendapatkan nilai IPK 3,90 dan pada semester selanjutnya aku mendapatkan IPK 3,85 (sedikit pamer haha). Dan untuk kedepannya aku akan terus berusaha  mempertahankan dan terus memacu semangatku untuk lulus tepat waktu dan mendapatkan nilai juga pekerjaan yang baik dimasa yang akan datang.


at campus
 
Dan benar saja ternyata apa yang disarankan kedua orang tuaku adalah jalan yang tepat, karena sesungguhnya setiap orangtua tidak pernah berniat buruk terhadap anak-anaknya, namun kita juga harus mengetahui dan mendiskusikan apa yang kita inginkan kepada mereka sehingga terciptalah komunikasi 2 arah sehingga akan dihasilkan solusi yang tepat. Maka dari itu, jika kita melakukan sesuatu dengan niat yang baik, ikhlas serta tulus menjalaninya, semua akan terasa indah dan mudah untuk dijalani. Oleh karena itu ‘Do what you love and love what you do’, namun tetap dipikirkan secara kritis mengenai realitasnya. Dan sekarang , aku sangat merasa nyaman menuntut ilmu di STBA Yapari-ABA Bandung. Dan semoga kedepannya aku dapat terus menerus melakukan hal terbaik untuk diri sendiri maupun orang lain.  ;)

Sabtu, 13 Desember 2014

Pulau Kecil Ditengah Sungai Musi


Prabumulih, Palembang, Sumatera Selatan adalah daerah dimana aku berasal. Aku dibesarkan ditengah kota kecil yang cukup maju di daerah Sumatera Selatan. Beberapa KM dari kota kelahiranku, terdapat salah satu Kota besar di Indonesia, kota tersebut terkenal dengan sungai Musi dan jembatan Amperanya. Palembang, ya kota tersebut adalah kota Palembang. Sejak kecil setiap minggunya aku selalu mengunjungi kota tersebut bersama keluarga, baik untuk rekreasi, mengunjungi tempat wisata, berkunjung kerumah saudara, ataupun hanya sekedar jalan-jalan. Wajar saja, karena kota Palembang adalah kota yang bersebelahan dengan kota kelahiranku Prabumulih.

                Jembatan Ampera membentang panjang menghubungkan kota Palembang yang terpisah oleh sungai yang sangat besar, yaitu sungai Musi. Setiap harinya banyak sekali wisatawan yang berkunjung ke sungai Musi untuk sekedar menaiki perahu ataupun kapal motor untuk menyebrangi sungai Musi atau juga hanya untuk melihat pemandangannya. Namun, tak sedikit pula yang berkunjung ke sebuah pulau kecil ditengah sungai Musi dengan menggunakan kapal motor.

Jembatan Ampera
 

Pemandangan Pulau Kemaro dari Sungai Musi

 
Suatu ketika kurang lebih 1 tahun yang lalu, sebelum berangkat ke Bandung untuk melanjutkan sekolah tinggiku, aku bersama keluarga menyempatkan diri untuk mengunjungi sebuah pulau kecil yang berada ditengah sungai Musi. Pulau tersebut adalah pulau Kemaro. Pulau kemaro adalah sebuah pulau yang kecil yang didalamnya terdapat kuil tempat beribadah orang-orang konghuchu (Chinese). Kuilnya sangat besar dan megah, terdapat sebuah pemakaman yang menurut cerita adalah pemakaman putri Palembang dan kekasihnya pangeran dari negeri Tiongkok. Menurut cerita, mereka adalah sepasang kekasih, dimana suatu hari ketika sang pangeran dari negeri Tiongkok tersebut bersama sang putri melewati sungai Musi untuk datang ke Palembang mengantarkan sang putri Palembang setelah mengunjungi keluarga pangeran dari Tiongkok (China), kapal yang mereka naiki berisikan 7 guci yang diberikan keluarga pangeran kepada keluarga putri sebagai hadiah, karena penasaran sang pangeran pun membuka guci-guci tersebut untuk melihat hadiah apa yang diberikan keluarganya, terkejutlah dia kerena ia hanya melihat sayur-sayuran, karena merasa malu ia membuang satu-persatu guci terebut kedalam sungai, ketika guci yang terakhir dilempar, guci tersebut pecah mengenai dinding kapal, ternyata dibawah sayur-sayuran tersebut terdapat bongkahan-bongkahan emas, melihat hal tersebut pangeran pun melompat kedalam sungai untuk mencari guci-guci tersebut, karena tidak bisa berenang sang pangeran pun tenggelam, melihat kejadian tersebut seorang pengawal pun ikut terjun untuk meyelamatkan pangeran, karena keduanya tidak muncul kembali, sang putri pun ikut terjun ke dalam sungai untuk menyelamatkan mereka, namun ketiganya pun tak terselamatkan. Mendengar kabar tersebut, rakyat Palembang dan orang-orang Tiongkok pun sangat merasa sedih. Untuk mengenang ketiganya, maka dibangunlah sebuah kuil dan pemakaman disebuah pulau kecil ditempat kejadian tenggelamnya sang pangeran dan putri serta pengawalnya tersebut. Pemakamannya sangat besar dan luas, seperti satu rumah mewah, namun hanya orang-orang yang memeluk agama konghuchulah yang boleh memasuki rumah pemakaman tersebut.

 
 

 
Bebarapa ratus meter dari rumah pemakaman tersebut, terdapat sebuah pagoda tempat beribadah orang-orang konghuchu. Pagoda tersebut terdiri dari 9 lantai. Pagoda tersebut hanya dibuka ketika peringatan hari-hari besar orang China untuk beribadah. Dipulau tersebut juga terdapat banyak hiasan ornamen-ornamen khas negeri China yang indah.  Beberapa meter dari pagoda tersebut, terdapat sebuah pohon yang sangat besar, pohon tersebut dinamakan pohon cinta. Karena menurut mitos, sepasang kekasih yang berfoto dibawah pohon tersebut akan kekal kisah percintaannya. Di dalam pulau tersebut juga banyak terdapat pedangang-pedangan yang menjajakan jualan, seperti makanan dan lain-lain. Ketika memasuki pulau tersebut, kita akan disuguhkan dengan berbagai macam arsitektur khas negeri Tiongkok yang amat menawan, berasa ada di negeri China deh hehee…


                    



 
 
 





        

Pulau kemaro hanyalah salahsatu contoh tempat wisata alam yang ada di Palembang, Sumatera Selatan, masih banyak lagi wisata-wisata alam yang ada di Sumatera Selatan, yang dijamin akan makin menguak keindahan alam Indonesia.

Ingin merasa berada di negeri China ? tak perlu repot untuk jauh-jauh berlayar ke negeri yang sebenarnya, cukup hanya megunjungi pulau Kemaro kita akan merasakan kekentalan etnis China. Dan kita akan menambah pendapatan negeri kita melalui Pariwisata didalam negeri sendiri J ngapain repot-repot pergi ke luar negeri dengan menghabiskan banyak uang dan akan makin memperkaya Negara lain? padahal Indonesia sendiri adalah Negara yang kaya akan budaya dan wisata alam serta keindahan yang luar biasa! Let’s make our country rich with traveled in our beautiful country! ;)